
Tulisan ini aku dedikasikan untuk seorang yang hampir 6 tahun lamanya mengisi hatiku dan membuat hari hariku lebih ceria bila berada bersama dengannya.(26 Mar. 09)
“kalo suatu saat kamu baca tulisan ini, yakinlah saat itu aku sedang tersenyum dan ingin memelukmu. i love you.”
Saat ini,aku tak punya alasan yang bagus untuk aku jelaskan pada beberapa sahabatku mengapa aku masih saja mencintai lelaki yang sama. Aku masih saja terjebak oleh khayalanku sendiri kalau-kalau suatu saat aku dan dia bisa benar benar ‘bersama’.
Aku masih sangat yakin, kalau pada saatnya nanti dia pasti menyayangiku seutuhnya, hanya aku. Hanya keyakinanku saja yang masih membuat aku menyayanginya. Noni selalu bilang, dia bukan cowok baik ken. Tia bilang, aku Cuma takut kamu dimanfaatin sama dia. Dan komentar lain dari sahabat-sahabatku.
Aku mau memperkenalkan dia pada kalian.
Dia itu berantakan. Dia tidak pernah menyisir rambutnya. malas mandi. Tapi tanpa alasan yang jelas aku suka wangi badannya. Dia suka minta dibelikan coca-cola. Dia makan kebab dengan mayonaise yang banyak. dulu di kurus,sangat kurus. Tapi sekarang tidak lagi ;)). Porsi makannya besar. dia suka makanan pedas. Dia sering bersin di depan mukaku, tidak sopan. Dia sering kentut sembarangan, jorok. Beberapa kali dia minta dibelikan nasi padang dengan kikil, katanya enak. Seringkali aku hanya duduk diam disampingnya, menonton dia main PS selama berjam-jam. Dia suka membatalkan janji seenaknya. Dia sering membuatku menunggunya hingga aku tertidur karna lelah menunggu. dia sangat usil,namun penuh kejutan. Dia selalu salah mengingat hari ulang tahunku, tanggal 15 katanya, aku bilang bukan!, kalo begitu pasti tanggal 14, aku jawap salah!, selalu saja begitu, padahal ulang tahunku tanggal 13. dasar pikun. Ahh.. aku terlalu hafal sifatnya,ah.. hampir lupa, dia juga sering membual. Dia pembual besar, Aku benci bualannya!!
Caranya tertawa,aku suka, Polos.
Cara dia berbicara. Sok diplomatis. Aku suka.
Saat dia main tebak-tebakan denganku, dan aku bisa menebaknya,dia tersenyum, aku suka senyumnya. Ringan tanpa dibuat-buat.
Cara dia mengomentari kekeliruanku. Aku suka.
Saat dia membentakku, sungguh lucu.
Saat aku meng-SMS dia,beberapa saat kemudian aku bisa melihat namanya muncul di layar ponselku,ya, dia balik meneleponku dan aku tau dia akan berkata, “ada apa ndok?”
( ndok = panggilan untuk perempuan/adik dalam bahasa jawa.)
Aku menyayanginya, tapi tak pernah benar benar memilikinya.
Dia menyayangiku, tapi tak pernah benar benar menginginkanku.
Kami saling menyayangi, tapi tak pernah benar benar bersama.
Tidak akan pernah.
Bersamanya menyenangkan.
Namun hari ini, aku telah melapangkan hatiku. Mengubur semua keyakinan dan kepercayaanku padanya. melihat dia bahagia. Membebaskan dia dari segala gangguanku. Sekarang dan seterusnya, aku tidak akan lagi menggantungkan khayalanku padanya.
Sekarang, aku akan mulai memikirkan diriku sendiri. Dan membuka hati untuk hal hal baru yang tak mempunyai kaitan apapun dengan dirinya. Dengan begini, aku tidak akan merasa terlalu bodoh untuk selalu menjadi pihak yang membiarkan diri ini terabaikan olehnya.
So, goodbye to you oknum-r.
Untuk oknum-r : jika kamu membaca ini, dan merasa bahwa tulisan ini sedang membahas tentang dirimu, kamu salah besar! -____-
mungkin tak akan pernah berani menemuimu lagi kalau nantinya aku tau kamu sudah baca semua tulisanku ini. Aku terlalu naif untuk jujur padamu. Jadi aku mohon, jangan bilang siapapun termasuk padaku,kalau kamu sudah membaca ini. Aku masih ingin melihatmu tanpa perasaan canggung. Jadi kamu hanya perlu pura-pura tidak tau tentang ini semua. Itu saja sudah lebih dari cukup.